INDIKA ENERGY CATAT LABA BERSIH US$ 20,1 JUTA DAN KUCURKAN BELANJA MODAL US$ 37,8 JUTA PADA 3M 2024

JAKARTA, 31 Mei 2024 – Perusahaan investasi dengan portofolio bisnis terdiversifikasi, PT Indika Energy Tbk. (Perseroan), merilis Laporan Keuangan Konsolidasi untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2024 (3M 2024). Perseroan mencetak Laba Bersih yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk sebesar US$ 20,1 juta di 3M 2024, menurun sebesar 65,9% dari US$ 58,9 juta pada periode 3M 2023. Menurunnya volume produksi dan harga jual rata-rata batubara berpengaruh negatif terhadap kinerja Indika Energy secara keseluruhan. Namun demikian, Perseroan terus melakukan diversifikasi usaha pada sektor non-batubara dan fokus pada keberlanjutan untuk mewujudkan komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) Perseroan menuju netral karbon pada tahun 2050.

Sepanjang 3M 2024, Indika Energy membukukan Pendapatan US$ 567,3 juta, atau menurun 37,4% dari US$ US$ 906,8 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan Pendapatan terutama didorong oleh menurunnya harga jual batubara PT Kideco Jaya Agung (Kideco) sebesar 28,5% menjadi US$ 62,5 per ton.

Pada 3M 2024, Pendapatan Kideco menurun sebesar 31,4% menjadi US$ 452,6 juta. Kideco juga mencatat volume penjualan batubara sebesar 7,2 juta ton. Dari volume tersebut, Kideco memasarkan 37% di antaranya untuk pasar domestik atau melebihi Domestic Market Obligation (DMO) batubara yaitu sebesar 25%. Hal ini sejalan dengan dukungan Indika Energy terhadap ketahanan energi nasional. Sementara itu volume penjualan batubara untuk pasar ekspor mencapai 63% dengan negara tujuan China, India, Korea Selatan, dan negara[1]negara Asia Tenggara lainnya. Produksi batubara Kideco ditargetkan akan mencapai 29,4 juta ton hingga akhir 2024.

PT Indika Indonesia Resources (IIR) mencatatkan penurunan Pendapatan sebesar 57,5% menjadi US$ 69,8 juta pada 3M 2024 dari sebelumnya US$ 164,2 juta pada 3M 2023, dikarenakan penurunan kontribusi dari pendapatan perdagangan batubara sebesar 26,7% menjadi US$ 51,7 juta dan penurunan kontribusi dari anak usaha lainnya dari IIR yaitu PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU) yaitu sebesar 80,7% menjadi US$ 18,1 juta pada 3M 2024. Hal ini disebabkan laporan keuangan MUTU hanya dikonsolidasi selama 2 bulan, setelah diselesaikannya proses divestasi MUTU pada akhir Februari 2024.

Sedangkan perusahaan lainnya seperti perusahaan logistik terintegrasi PT Interport Mandiri Utama (Interport) mencatat kenaikan Pendapatan sebesar 31,6% menjadi US$ 27,6 juta dari sebelumnya US$ 21,0 juta pada 3M 2023. Sedangkan PT Tripatra Engineers & Constructors dan PT Tripatra Engineering (Tripatra) mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 52,6% menjadi US$ 31,5 juta pada 3M 2024 dari sebelumnya US$ 66,5 juta pada 3M 2023, yang terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan proyek BP Tangguh yang hampir selesai.

Sementara itu Perseroan mencatat penurunan Beban Pokok Kontrak dan Penjualan (COGS) sebesar 33,1% menjadi US$ 473,8 juta pada 3M 2024 dari sebelumnya US$ 707,7 juta pada 3M 2023. Biaya tunai (cash cost) Kideco termasuk royalti turun 20,5% menjadi US$ 51,4 per ton pada 3M 2024 dibandingkan US$ 64,7 per ton pada 3M 2023, terutama disebabkan oleh penurunan beban royalti sebagai akibat dari harga batubara acuan (HBA) yang lebih rendah yaitu mengikuti formula baru yang berlaku mulai Agustus 2023 dan volume penjualan domestik yang lebih tinggi yaitu mencapai 2,7 juta ton pada 3M 2024 dibandingkan 2,1 juta ton pada 3M 2023. Secara konsolidasi Indika Energy mencatat Laba Kotor 3M 2024 sebesar US$ 93,6 juta, atau turun 53,0% dari periode sebelumnya. Marjin Laba Kotor Perseroan juga turun menjadi 16,5% pada 3M 2024 dari sebelumnya 22,0% di 3M 2023.

Sementara itu, Beban Penjualan, Umum dan Administrasi Perseroan menurun sebesar 19,9% menjadi US$ 48,1 juta pada 3M 2024 dibandingkan dengan US$ 60,0 juta pada 3M 2023 yang disebabkan oleh penurunan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) terkait Kideco, penurunan biaya pemasaran seiring dengan penurunan pendapatan dari Kideco dan MUTU, dan penurunan sewa di MUTU.

Perseroan membukukan Laba Bersih Periode Berjalan yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk sebesar US$ 20,1 juta dan Laba Inti sebesar US$ 20,1 juta pada 3M 2024.

Perseroan mengeluarkan dana sebesar US$ 37,8 juta pada 3M 2024 untuk belanja modal (capex), dimana US$ 3,5 juta atau 9% di antaranya digunakan untuk bisnis batubara (Kideco). Untuk bisnis non-batubara, belanja modal terutama digunakan untuk PT Indika Mineral Investindo (terutama untuk proyek Awakmas) sebesar US$ 28,5 juta, PT Indika Multi Properti (Indika Nature) sebesar US$ 2,4 juta, PT Indika Motor Group sebesar US$ 1,2 juta, dan PT Kalista Nusa Armada sebesar US$ 0,4 juta.

Pada tanggal 16 Mei 2024, Perseroan berhasil melakukan penawaran tender atas Surat Utang 2025 dengan jumlah pokok sebesar US$ 309 juta. Setelah penyelesaian penawaran tender, sisa Surat Hutang 2025 adalah US$ 225,1 juta. Sebelumnya pada tanggal 7 Mei 2024, Perseroan telah menyelesaikan penerbitan obligasi dengan jumlah pokok agregat sebesar US$ 350 juta dengan tenor 5 tahun, non-callable pada 2 tahun pertama, dan kupon sebesar 8,75%. Peringkat obligasi tersebut ditetapkan BB- oleh Fitch, dan Ba3 oleh Moody’s.

Arsjad Rasjid P.M., Direktur Utama Indika Energy, menuturkan bahwa sepanjang 3M 2024 Perseroan secara konsisten menjaga produktivitas, mengoptimalkan kegiatan operasional, dan mendukung ketahanan energi nasional. “Indika Energy serius dan berkomitmen tinggi dalam menggarap diversifikasi usahanya. Kami mengalokasikan lebih 90% dari capex untuk mengembangkan bisnis non-batubara termasuk di sektor mineral, energi baru dan terbarukan, kendaraan listrik, dan nature-based solutions. Kami optimis bisnis non-batubara Indika Energy akan semakin berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan pada pendapatan kami,” tutur Arsjad.

Source: Indika-Energy-Catat-Laba-Bersih-US-201-Juta-dan-Kucurkan-Belanja-Modal-US-378-Juta-pada-3M-2024.pdf (indikaenergy.co.id)